Toleransi Terhadap Maksiat Kecil Akan Membawa Pada Maksiat Yang Lebih Besar

Banyak orang yang membawa pahala besar hasil dari ibadah sepanjang hidupnya. Pahala tersebut sebesar gunung tetapi saat akan dinaikkan ke al-mizan, pahala tersebut hilang bagai debu di hadapan Allah. Hal tersebut dikarenakan maksiat yang dilakukan orang tersebut saat dia sendirian, dalam keadaan sepi dan tidak terlihat orang. Dia menganggap remeh dan meyepelekan maksiat yang dia lakukan padahal di hadapan Allah sungguh besar dosanya.

Banyak sekali jenis maksiat yang dianggap sepele tersebut, contohnya:

1. Membicarakan aib orang lain sesama muslim.

Saat ini membicarakan kejelekan orang lain hampir menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari kita. Padahal di hadapan Allah hal itu lebih buruk dibandingkan dengan memakan bangkai saudaranya sendiri.

2. Mendekati atau bahkan berbuat zina.

Kita tentu tau bagaimana cara orang berpakaian saat ini dengan mengumbar aurat-nya. Kebiasaan-kebiasan yang ditunjukkan saat ini pun sangat memprihatinkan. Padahal hal yang sudah dianggap biasa dan sepele itu dosanya sangat besar di hadapan Allah.

3. Berbohong atau berbuat tidak jujur.

Kadangkala sangat ringan bagi kita untuk berbohong atau berbuat tidak jujur dalam kehidupan sehari-hari. Satu kebohongan akan membawa pada kebohongan lain yang jauh lebih besar. Kita juga sering berbuat tidak jujur saat mengerjakan sesuatu. Entah itu di rumah, di kantor, di jalan, di kampus atau dimanapun saat kita beraktivitas. Karena kita terlalu meremehkan maksiat ini, seakan sangat ringan dan sepele bagi kita melakukannya. Padahal perbuatan tersebut sangat dibenci Allah dan besar dosanya.

4. Perbuatan perbuatan lain seperti korupsi, selingkuh, membunuh, mencuri, dan lain-lain.

Semua berawal dari maksiat-maksiat kecil yang kita anggap remeh yang akhirnya terus membesar bahkan menjadi hal yang biasa akhir-akhir ini.

Jangan pernah kita lupa bagaimana Nabi Adam dan Siti Hawa diusir dari surga karena melakukan satu maksiat. Bagaimana iblis dilaknat Allah karena satu perbuatannya. Jangan sampai amal ibadah kita selama ini sia-sia karena kita mengerjakan maksiat yang kita anggap remeh dan sepele. Naudzubillah…

Allahu a’lam

Advertisement

~ by bima kelana on 18 April, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.