Banyak Amalan Namun Tak Ada Artinya
Perumpamaan orang yang riya’ dalam beramal, bagaikan seseorang. Ia keluar dari pasar. Lalu dia mengisi kantong bajunya dengan batu-batu. Orang-orang merasa kagum dan heran melihat betapa banyak orang tersebut membawa sesuatu dalam kantongnya. Orang-orang berpikir alangkah banyak uang di kantongnya. Tetapi itu semua tiadalah berguna. Karena isi kantongnya tak dapat dibelikan apa-apa. Yang ia dapatkan hanyalah pujian belaka.
naudzubillah
“Barang siapa yang melakukan tujuh hal namun tidak disertai tujuh hal lainnya, maka amalnya tidak akan ada artinya”. Ketujuh hal tersebut adalah sebagai berikut:
1. Orang yang berkata aku takut siksa Allah, tapi dia tidak berhenti berbuat dosa/maksiat.
2. Orang yang berkata aku berharap pahala Allah, tapi tidak melakukan kebaikan dan amal sholeh.
3. Orang yang punya niat, namun tidak mengamalkannya.
4. Orang yang berdoa, tapi tidak pernah berusaha.
5. Orang yang beristigfar, tapi tidak disertai dengan rasa penyesalan untuk tidak mengulangi dosa.
6. Orang yang kalau bicara baik dan menyenangkan, tetapi tidak seperti itu di hatinya.
7. Orang yang bekerja keras, tapi tidak disertai keikhlasan. Maka pekerjaannya sia-sia dan tidak ada manfaatnya.
PS : Ada masukan dari pembaca untuk point yang ke-3. Silahkan baca comment di bawah ya. Supaya jelas maksud / konteks dari “niat yang sia-sia”

Tulisan yg superrrr!!!
Btw, maaf ni, ada yg kurang setuju, soal niat. Niat baik meskipun tdk diamalkan ttp mdapat pahala. Jadi, berniat baik itu tdk sia-sia, meskipun tdk diamalkan.
Sip! Jangan berhenti menulis.
Terimakasih ya koreksinya. Betul, saya sangat setuju untuk hal tersebut.
Mungkin kalimat saya kurang tepat. Konteks yg ingin saya sampaikan disini adalah “Orang yang cuma niat-niat saja tapi tidak pernah ada usaha untuk melaksanakannya”. Niat seperti itulah yang sia-sia.
Dengan niat baik saja sudah mendapat pahala, apalagi kalau dilaksanakan, ya kan?
Sekali lagi terimakasih koreksinya. Senang ada yang memberikan masukan